Dong Tao, Ayam Asal Vietnam Berkaki Monster

Sabung Ayam Taji Dong Tao Ayam Asal Vietnam – Anda mungkin telah dibuat kaget ketika bertemu dengan ayam yang satu ini secara langsung. Kaki nya yang besar dan kelihatan aneh sehingga membuat ayam ini mendapat julukan “monster”. Meskipun demikian, Dong Tao nama dari ayam tersebut, menjadi ayam yang paling populer di Vietnam saat ini. Selain untuk persembahan ritual, ayam ini juga disajikan di berbagai restoran eksklusif yang hanya melayani para pelanggan yang termasuk ke dalam high class.Dong Tao, Ayam Asal Vietnam Berkaki Monster

Ayam Dong Tao dewasa dapat tumbuh hingga berat berkisar 3-6 kilogram, dengan kaki setebal seperti pergelangan tangan manusia. Jenis ayam ini cenderung berwarna putih. Dan daging Dong Tao juga dianggap jauh lebih lezat jika dimakan dibandingkan dengan ayam biasa, ini untuk memenuhi permintaan yang begitu tinggi dan harga yang cukup lumayan mahal.

Di pasar-pasar yang ada di Vietnam, sekilo ayam Dong Tao akan dibanderol dengan harga VND350.000 atau sekitar US$17 hingga US$19. Sementara untuk anakan ayam Dong Tao dijual dengan harga VDN100.000 hingga VDN120.000 per ekornya. Tetapi, untuk jenis yang sangat baik seperti kaki yang tebal dan kuat bisa menembus harga hingga VND5 – 6 juta ($238-$286).

Harga-harga tersebut akan meningkat drastis pada saat Tahun Baru Vietnam, saat di mana permintaan akan ayam ayam Dong Tao meningkat sangat tinggi. Bahkan, pada tahun 2013, seorang petani dari Kota Ho Chi Minh menolak untuk berpisah dengan sepasang ayam yang dipeliharanya, saat ditawar kurang dari VND50 juta ($2.500).

Sementara itu, peternak ayam Dong Tao lainnya yakni Van Dinh Ha, menyetujui soal harga ayam yang telah disepakati oleh kedua pihak tersebut. Menurutnya, ayam Dong Tao selalu memiliki banyak permintaan yang tinggi, tetapi pasokannya yang tersedia sedikit. “Jadi potensi keuntungan akan jauh lebih tinggi daripada peternakan unggas yang biasa,” ungkap Van Dinh.

Lain halnya dengan Vu Ngoc Tuan, yang memiliki hampir memiliki 400 pasang bibit ayam Dong Tao, serta puluhan lainnya yang siap untuk dijual kepada restoran-restoran yang berada di Ho Chi Minh setiap harinya. Ngoc Tuan pertama kali hanya membeli 10 ekor ayam Dong Tao untuk koleksi pribadinya saja. Tetapi dalam perjalannya, ia mencoba untuk memahami cara yang tepat dalam membudidayakan ayam Dong Tao ini.

“Ayam Dong Tao ini tidak akan suka jika digabung dengan ayam yang lain karena akan terus menerus bertengkar satu sama dengan yang lain. Saya lepas mereka di perkarangan yang cukup luas. Itu justru meningkatkan rasa dan kualitas daging yang dimilikinya,” ucap Ngoc Tuan.

Lebih lanjut Ngoc Tuan mengungkapkan, bahwa ayam Dong Tao akan cenderung bertelur lebih sedikit daripada ayam yang biasa, dan kaki yang luar biasa besar membuat proses penetasan berjalan dengan sulit.

“Beternak ayam Dong Tao sepertinya banyak masalah yang harus dihadapi, tetapi itu sesuai dengan usaha yang telah dilakukan. Ayam yang lebih tua tumbuh dan daging yang dimiliki lebih kencang, lebih renyah, dan lebih manis. Penjualan dengan harga yang begitu baik, sekarang hanya ada dua ayam jantan yang tersisa di dalam kandang. Tahun lalu, pendapatan saya dari pemeliharaan ayam ini naik hingga 60 persen,” ungkap Ngoc Tuan.

Ayam Dong Tao memang begitu menarik untuk menjadi perhatian bagi banyak kalangan, walaupun terlihat sedikit aneh. Pada tahun 2012, Pangeran Jepang Akishino datang mengunjungi peternakan ayam Dong Tao. Sejak saat itu, ayam Dong Tao telah menikmati publisitas yang lebih besar dibandingkan dengan ayam yang lain. Bisnis ayam Dong Tao telah menyedot perhatian semua industri dan pariwisata. Bahkan, di negara-negara seperti Jepang maupun Inggris sedang dalam hal mempertimbangkan untuk mengimpor ayam Dong Tao dan meneliti cara berkembang biak ayam tersebut.

BACA JUGA>> Si Pendekar Mini Dari Jepang, Ayam Ko Shamo