Pengertian Acara Tajen Bali Dalam Masyarakat Bali

Sabung Ayam TajiTajen Bali adalah sesuatu yang simbolis untuk dalam upacara adat Bali yang disebut sebagai Tabuh Rah dan selain untuk acara keadatan di Bali, Tajen Bali juga bisa disebut sebagai salah satu kegiatan hiburan bagi masyarakat Bali.

Pengertian Acara Tajen Bali Dalam Masyarakat Bali

Sebenarnya sangatlah berbeda Sabung Ayam di daerah lain dan Tajen Bali, karena Sabung Ayam di daerah lain dikhususkan hanya untuk hiburan semata saja dan sedangkan di untuk Tajen Bali merupakan salah satu acara keagamaan yang bernama Tabuh Rah.

Kata Tabuh Rah berarti meneteskan darah ke bumi yang merupakan bagian ritual bhuta yadnya sebagai salah satu simbol permohohan agar bhuta (pengaruh negatif) tidak menggangu dan manusia bisa terhindar dari marabahaya. Tajen pada masa lalu diarahkan untuk memenuhi fungsi yadnya berupa Tabuh Rah, antara lain Tajen Nyuh dan Tajen Taluh. Kedua Tajen jenis ini dilaksanakan setelah tari kincang-kincung, berupa tarian dengan sarana tombak dan keris pada menjelang upacara piodalan selesai.

Melalui upacara keagamaan yang difokuskan pada kesenian dan tradisi, orang Bali memperoleh suatu kegiatan yang bisa menyalurkan kekerasan dan pelepasang ketegangan hidup yang di alami sehari hari, dan itulah sebabnya Sabung Ayam yang pertama dilaksanakan di area Pura. Walaupun Tajen dilaksanakan bukan di tempat suci, maka sebelum dilaksana Sabung Ayam dapat dipastikan akan selalu didahului dengan upacara keagamaan.

Jika di daerah lain Sabung Ayam Taji biasa dikaitkan dengan turnamen pertandingan Sabung Ayam yang menggunakan Pisau, dimana Taji adalah salah satu senjata pada Ayam aduan untuk mengalahkan lawannya.

Walaupun sama sama Sabung Ayam, Tajen dan Tabuh Rah ternyata memiliki perbedaan yang sangat besar. Tajen merupakan suatu bentuk hiburan yang sangat lekat dengan kegiatan perjudian dan sedangkan untuk Tabuh Rah adalah murni kegiatan ritual keagamaan dan kegiatan Sabung Ayam yang merupakan suatu bentuk dari perjudian dilarang oleh agama Hindu.

Walaupun demikian seiring dengan perubahan kehidupan sosial masyarakat di Bali, Tajen justru mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan masyarakat dan Tabuh Rah sendiri sering di manipulasi serta dijadikan topeng untuk menyelenggarakan Tajen.

Banyaknya Tajen sebenarnya tidak harus diikuti dengan usaha melegalkan permainan tersebut, melainkan memberikan informasi yang jelas kepada setiap orang Bali yang memiliki banyak waktu luang. Karena Informasi mengenai pengertian Tajen dalam agama Hindu, diharapkan bisa membedakan antara acara hiburan dan acara keagamaan Hindu.

Upaya perlawanan dengan hukum posifit juga bukan jalan keluar yang memuaskan, di dalamnya diperlukan usaha bersama dari semua pihak untuk terus menerus menekan Tajen.